Senin, 28 September 2015

hikmah dibalik cobaan berhijrah

                                                       

                                                       
                                                     
                                                             Assalamualaikum Wr.Wb.


                 Ukhti, saya merasa tidak mudah menjalani hijrah yang baru saya mulai. Terlalu banyak goresan dari orang yang berada disekitar saya. Ada orang yang masih mengungkit masa kelam itu. Yah, masa dimana saya masih chatting dengan kakak kelas saya salah satunya. Cukup menyakitkan, sedikit.
                Namun, hari ini saya menyadari hikmah dibalik semua ini. Saat ada orang yang menyampaikan kepada saya.
                “ mayra,  menurut si doi kamu tidaklah sebaik apa yang orang kira. Buktinya kamu masih chatting dengan pria non muhrim.”
                 Hati saya hancur. Bagaimana saya dimata allah jika saya di mata manusia saja sehina itu. Saya menangis, namun saya sadar. Jika saya menangis karna ucapan itu berarti saya hanya mementingkan ucapan manusia. Saya seolah-olah bersikap agar di mata manusia tampak baik. Tidak, itu tidak benar. Sementara hati saya mengatakan itu tidak benar, air mata itu terus mengalir. Lalu apa? Bukankah semua penyangkalan itu menjadi benar.
                Ukhti, lalu saya mengambil hikmah dari kejadian ini. Mungkin saya memang dulu adalah pribadi yang kurang baik. Saya masih ragu mengambil langkah untuk berhijrah yaitu benar-benar meninggalkan dunia itu. Masih belum bisa benar-benar menjauhi hal-hal yang dilarang seperti itu. berarti saat ini saya harus berubah.  Saya harus benar-benar menjauhi hal itu agar terhindar dari fitnah.
                Seperti halnya postingan pertama saya di blog ini, tentang Anime. Saya benar-benar sangat labil. Bahkan beberapa saat yang lalu, saya benar-benar belum menjadi pribadi yang baik. Saya Insya Allah ingin selalu memperbaiki diri. Semoga kita senantiasa selalu mendapat rahmat dan Hidayah Allah agar menjadi muslimah yang lebih baik lagi, dan lebih taat lagi, amiin.
               
              
                                             Wassalamualaikum Wr.Wb.




Senin, 14 September 2015

ayo berhijab

 


  Assalamualaikum. Memakai jilbab adalah kewajiban kita sebagai seorang muslimah yang sudah baligh. Menutup aurat sudah diterangkah Allah SWT. dalam surah an-nur ayat 31. 

  QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

  Memakai jilbab  bukan hanya sekedar menutup seluruh badan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Namun, perlu kita perhatikan bagaimana pakaian yang kita kenakan. pakaian yang kita kenakan tidak boleh terlalu ketat mengikuti bentuk tubuh, dan tidak boleh juga terlalu longgar. tidak boleh terlalu berlebihan dalam memakai pernak-pernik saat berhijab atau yang disebut dengan Tabaruj. Sesungguhnya, ini bukanlah suatu kekangan tapi inilah cara allah melindungi kita.
  Mari berhijrah bersama menuju jalan yang lurus. Menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

saya mohon maaf atas segala kesalahan..
Wassalamualaikum wr. wb.

Template by:
Free Blog Templates