Assalamualaikum Wr.Wb.
Ukhti, saya merasa tidak mudah menjalani
hijrah yang baru saya mulai. Terlalu banyak goresan dari orang yang berada
disekitar saya. Ada orang yang masih mengungkit masa kelam itu. Yah, masa
dimana saya masih chatting dengan kakak kelas saya salah satunya. Cukup menyakitkan,
sedikit.
Namun, hari ini saya menyadari
hikmah dibalik semua ini. Saat ada orang yang menyampaikan kepada saya.
“
mayra, menurut si doi kamu tidaklah
sebaik apa yang orang kira. Buktinya kamu masih chatting dengan pria non
muhrim.”
Hati saya hancur. Bagaimana saya dimata allah
jika saya di mata manusia saja sehina itu. Saya menangis, namun saya sadar. Jika
saya menangis karna ucapan itu berarti saya hanya mementingkan ucapan manusia. Saya
seolah-olah bersikap agar di mata manusia tampak baik. Tidak, itu tidak benar. Sementara
hati saya mengatakan itu tidak benar, air mata itu terus mengalir. Lalu apa? Bukankah
semua penyangkalan itu menjadi benar.
Ukhti, lalu saya mengambil
hikmah dari kejadian ini. Mungkin saya memang dulu adalah pribadi yang kurang
baik. Saya masih ragu mengambil langkah untuk berhijrah yaitu benar-benar
meninggalkan dunia itu. Masih belum bisa benar-benar menjauhi hal-hal yang
dilarang seperti itu. berarti saat ini saya harus berubah. Saya harus benar-benar menjauhi hal itu agar
terhindar dari fitnah.
Seperti halnya postingan pertama
saya di blog ini, tentang Anime. Saya benar-benar sangat labil. Bahkan beberapa
saat yang lalu, saya benar-benar belum menjadi pribadi yang baik. Saya Insya
Allah ingin selalu memperbaiki diri. Semoga kita senantiasa selalu mendapat
rahmat dan Hidayah Allah agar menjadi muslimah yang lebih baik lagi, dan lebih
taat lagi, amiin.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

